Seorang ibu yang habis melahirkan akan mengeluarkan cairan melalui Vagina yang disebut Lokhia. Cairan ini keluar bersamaan dengan pemulihan rahim yang mengerut ( brekonstraksi) untuk kembali ke ukuran dan kondisi seperti sebelum hamil.
Untuk mempercepat proses tersebut sebaiknya para ibu yang baru melahirkan melakukan perawatan serta pemulihan kondisi tubuhnya dengan Ramuan tradisional
Mengecilkan dan Merampingkan Rahim yang bisa ibu - ibu ramu sendiri.
Kurun waktu keluarnya Lokhia seperti yang kami sebutkan di atas, berbeda - beda pada setiap ibu, rata - rata sekitar 21 hari, tetapi dapat bervariasi antara 14 hari sampai 6 minggu setelah melahirkan.
Seorang ibu yang menyusui bayinya akan lebih cepat pulih kondisi rahimnya dibanding para ibu yang tidak memberikan ASI pada bayinya. Hal ini terjadi karena pengaruh hormon oksitosin yang memicu refleks aliran ASI ( let down reflex) yang juga menyebabkan mengerutnya otot rahim.
Dengan demikian, produksi Lokhia tidak lama dan pendarahanpun lebih sedikit. Tanpa memperhatikan berapa lama pengeluaran Lokhia terjadi, pada prinsipnya, Lokhia keluar secara berurutan dalam 3 tahap yang sesuai dengan proses penyembuhan daerah bekas tempat tertananmnya plasenta atau ari - ari pada rongga rahim.
Pada 3- 4 hari pertama, Lokhia yang keluar berwarna merah segar, kemudian jumlahnya menurun secar bertahap dan warnanya berubah menjadi merah muda atau kecoklatan sesuai dengan pertumbuhan selaput lendir rahim yang baru. Setelah kira - kira hari ke - 10, warna Lokhia beruabh menjadi putih kekuningan atau tidak berwarna ( bening).
Lokhia yangnormal pada hari - hari awal nifas berbau khas seperti darah segar. Bila bau yang tercium tidak demikian, misalnya berbau busuk, tandanya ada infeksi. Bila warnanya kembali seperti darah segar, mungkin proses penyembuhan daerah bekas tempat plasenta tidak terjadi secara sempurna karena terganggunya pemulihan selaput lendir rongga rahim akibat aktivitas berlebihan pada seorang ibu dalam masa nifas.
Maka dapat kita simpulkan bahwa cairan Vagina yang keluar sebagai 'flek' tentunya bukan haid atau Lokhia. Apalgi jika si ibu masih memberikan ASI sehingga belum mengalami haid.
Alat kontrasepsi dalam rahim ( AKDR) sudah bisa dipasang setelah melewati masa nifas, yaitu 6 minggu atau 40 hari setelah melahirkan. Sebab pada keadaan normal, setelah 6 minggu, rahim telah kembali pada posisi serta kondisi seperti sebelum melahirkan atau sebelum hamil.
Masalh yang mungkin timbul, berawal pada saat seorang ibu dipasang (AKDR), bila keadaan rahim belum pulih benar secara sempurna atau mengalami infeksi. Sebenarnya bila seorang ibu masih menyusui bayinya secara eksklusif ( bayi hanya mendapat ASI saja), maka sebenarnya ibu tersebut telah menjadi akseptor KB alamiah, yan efektivitasnya sama dengan memakai kontrasepsi AKDR.
Salah satu efek sampingyang terjadi pada akseptor AKDR adalah pendarahan tidak teratur yang biasanya terjadi pada bulan - bulan pertama pemakaian. Dapat pula terjadi masa haid yang lebih lama dari biasanya, pada masa di luar waktu haid.
Selama lendir yang berlebihan itu tidak berwarna dan tanpa keluhan lain, tentunya kondisi tersebut bukan suatu keadan yang Patologis.
Semoga saja melalui
Tips Setelah Melahirkan yang kami berikan, dapat memberi sedikit penjelasan yang diperlukan para ibu ang habis melahirkan. Kami dari Tim
Ramuan Obat Tradisional dan Ramuan Rahasia Obat , mengharapkan para ibu yang baru melahirkan bisa menjaga kondisi tubuhnya dengan baik serta benar